Musa dan Adam

Dalam beberapa hari ini. Saya kerap merefleksikan momen yang terjadi dengan kisah Musa alaihi salam dan Adam alaihi salam. Mereka dua tokoh yang skenario kehidupannya memberi banyak sekali pelajaran dengan kisah hari-hari belakangan.

Adam…sesempurna makhluk telah diciptakan-Nya, diberi-Nya nikmat jannah, dengan satu syarat sederhana..jangan dekati sebuah pohon..jangan turuti bujukkan Iblis. Tetapi ia gagal, Iblis sekali waktu didengarnya..lalu dembangan kehendak Yang Kuasa angkat kakilah Adam ¬†dan rusuknya Hawa dari nikmat nirwana. Sungguh, ketidakpatuhan manusia pada Tuhan adalah bentuk penganiayaan pada diri sendiri, Tuhan tidak akan bangkrut..manusianya yang merugi. Andai kemarin aku ingat, tentu aku sudah memilih untuk taat..(penyakit andai dahulu begini begitu rupanya telah diwahyukan oleh Tuhan di Al-Qur’an..ketahuan kemarin tidak intens membaca dan maknai Kitabullah)

Tetapi..Adam dan Musa juga keren. Respon pertama menyesal dan memohon ampun pada Tuhan, setelah itu hijrah..meminta kesempatan untuk beramal baik. Ya..tidak perlu berlama-lama dalam penyesalan, yang lewat sudah lewat, yang sekarang adalah kesempatan perbaikan.

Taat itu butuh usaha. Tuhan..tolonglah aku agar bisa lebih taat lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s